You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pantun Betawi dan Rebana Biang Dipentaskan di Lenggang Jakarta
photo Keren Margaret Vicer - Beritajakarta.id

Pantun Betawi dan Rebana Biang Dipentaskan di Lenggang Jakarta

Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi menggelar pementasan pantun dan musik rebana biang di kawasan Lenggang Jakarta Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Selain menghibur pengunjung, kita juga bisa sosialisasikan seni budaya Betawi

Ketua Koperasi Bamus Betawi, Firman Toekan menuturkan, bertepatan dengan akhir pekan saat pengunjung Monas ramai, pihaknya ingin lebih menyosialisasikan seni dan budaya Betawi.

"Selain menghibur pengunjung, kita juga bisa sosialisasikan seni budaya Betawi," kata Firman, Minggu (5/11).

Omzet Betawi Store Meningkat

Salah seorang seniman, Aden Abdul Rachman (54) mengungkapkan, dirinya membawakan pantun Betawi dengan gaya jenaka.

"Meski disampaikan secara jenaka, tapi tetap ada pesan-pesan moral," terangnya.

Ia menambahkan, dengan menekuni seni pantun maka dapat memperbanyak perbendaharaan kata.

"Saya berharap makin banyak generasi muda mampu berpantun ria," imbuhnya.

Sementara, salah seorang wisatawan, Siti (35) mengungkapkan, dirinya sangat terhibur dengan adanya pertunjukkan seni budaya Betawi di Lenggang Jakarta.

"Ini pertama kali saya datang ke Lenggang Jakarta. Senang dan terhibur dengan adanya pementasan seni pantun," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11080 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1335 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye976 personBudhi Firmansyah Surapati